Artikel

Ekskavasi Gedong Blawong Tamansari


Tuesday, 15 April 2014 Di Posting Oleh Admin

      Keberadaan Pesanggrahan Tamansari sampai saat ini telah berproses lebih dari dua abad. Rentang waktu yang panjang menjadikan kondisi dan soliditasnya mengalami pasang surut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Tamansari mengalami penurunan soliditas atau kerusakan. Faktor internal yang berpengaruh pada kerusakan antara lain : daya dukung tanah, material design dan struktur bangunan. Faktor eksternal yang paling berpengaruh antara lain : iklim, hewan, tumbuhan, manusia dan adanya gempa tektonik besar.

   Berdasarkan gambar denah Patilasan Pesanggrahan Tamansari dan Pulo Gedong (disalin oleh SPSP DIY tahun anggran 1995/1996), diketahui di sebelah selatan Gedong Pasarean Ledoksari atau di sebelah barat Gapura Taman Umbulsari adalah bangunan Gedong Blawong. Bangunan Gedong Blawong adalah bangunan yang digunakan untuk mempersiapkan makanan bagi Sultan, istri dan kerabatnya pada saat berada di Pasarean Ledoksari. Akibat kerusakan yang ditimbulkan karena faktor internal dan eksternal tersebut, bangunan Gedong Blawong rusak. Pada tahun 1950-an ketika dilakukan pembangunan RS UGM Mangkuwilayan, Gedong Blawong dan Gapura Taman Umbulsari tertimbun tanah. Untuk mengetahui dan membuktikan bahwa lokasi tersebut berdiri bangunan Gedong Blawong, dilakukan kegiatan ekskavasi selama 10 hari kerja dari tanggal 8 - 18 Maret 2004 oleh tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.

       Kegiatan ekskavasi difokuskan pada lokasi yang diperkirakan bekas Gedong Blawong. Kotak galian yang dibuka + 10 kotak galian dengan faktor kesulitan tertentu. Metode ekskavasi yang digunakan adalah metode trench/parit dengan sistem spit. Metode trench yaitu membuka kotak galian dengan pedoman struktur yang sudah ditemukan. Kegiatan ekskavasi ini dilakukan dengan membuka kotak III/a2/S25 , kotak III/a3/S1, kotak III/a2/R25 dan kotak III/a3/R1 untuk mencari struktur sisi utara. Dari peta diketahui pintu Gedong Blawong sisi utara segaris dengan pintu pagar sisi selatan Gedong Pasarean Ledoksari. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dibuka kotak III/a3/S1 dengan metode box. Hasil ditemukan sebagian dinding Gedong Blawong, untuk itu dikembangkan dengan membuka kotak III/a2/S25, kotak III/a2/R25 dan kotak III/a3/R1.Penggalian spit pertama sampai selanjutnya dilakukan dengan kedalaman 20 cm. Dinding bangunan terbuat dari pasangan setengah bata yang dipasang dan disusun tidak beraturan. Pasangan bata tersebut direkatkan dengan campuran spesi pasir + kapur dan diplester halus. Pada kedalaman 80 cm (spit 4-spit 5) diketahui lantai ruangan dari tanah uruk. Selanjutnya kotak III/a3/R1, kotak III/a3/R2, kotak III/a3/Q1 dan kotak III/a3/Q2 untuk mencari struktur sudut sisi timur laut, dinding sisi timur dan lubang pintu sisi timur. Dinding bangunan terbuat dari pasangan setengah bata yang disusun tidak beraturan. Pasangan bata tersebut direkatkan dengan campuran spesi pasir + kapur dan diplester halus. Kotak III/a3/T1, kotak III/a3/U1 dan kotak III/a3/U2 dibuka untuk mencari sudut barat laut, dinding sisi barat dan lubang pintu sisi barat.

Hasil-hasil ekskavasi di antaranya:
  1. Dinding bangunan penahan atap mempunyai panjang dan ketebalan yang berbeda. Dinding sisi utara tebal 60 cm dan dinding sisi timur tebal 65 cm.
  2. Lubang pintu sisi utara berukuran 180 cm, lubang pintu sisi timur lebih dari 140 cm dan lubang pintu sisi barat 140 cm
  3. Dari lapisan warna acian pada plesteran diketahui warna dinding Gedong Blawong kuning gambir.
  4. Berdasarkan lubang ceruk yang terdapat pada dinding diperkirakan lubang pintu menggunakan kusen kayu dengan ukuran 15 cm x 10 cm.
  5. Lantai ruangan tidak diketahui/sudah rusak. Sebelah luar lubang pintu terdapat fasilitas anak tangga berbentuk sigar semongko / setengah lingkaran dan sekeliling bangunan terdapat selasar lantai.

(Sumber : Laporan Ekskavasi Gedong Blawong 2004, BP3 Yogyakarta )



Back to top