Berita

Press Release Pameran Cagar Budaya 2017 “Inspirasi Relief Candi Prambanan”


Tuesday, 21 November 2017 Di Posting Oleh Admin

Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar pameran Cagar Budaya pada 23 November s.d 3 Desember 2017 di kompleks Keraton Yogyakarta. Pameran yang juga diadakan untuk memeriahkan perayaan Sekaten – peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi ini, rutin diselenggarakan dan mengusung tema yang berbeda-beda dalam setiap perhelatannya. Pada pameran Cagar Budaya tahun ini mengangkat tema “Inspirasi Relief Candi Prambanan”.

Kompleks Candi Prambanan merupakan mahakarya peradaban Mataram Kuno yang dibangun pada masa kejayaan pemerintahan Dinasti Sanjaya di Jawa sekitar abad ke-9 M. Arsitektur bangunan pada kompleks Candi Prambanan berbentuk tinggi dan ramping, sesuai dengan arsitektur candi Hindu pada umumnya. Kompleks percandian ini merupakan salah satu contoh bas relief (jenis relief tinggi) agama Hindu yang terbaik pada zamannya.

Kompleks percandian yang juga sering disebut Candi Lara Jonggrang itu mendapat predikat menjadi candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus diakui sebagai salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Oleh karena kemegahannya itu, UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia dengan nomor C.642 pada tahun 1991.

Pesona Candi Prambanan tidak hanya tercermin dari gagahnya gugusan bangunan candi-candinya saja, tapi juga terpancar dari aspek ragam hiasnya. Di sekujur tubuh Candi Prambanan dihias dengan aneka rupa relief yang begitu indah. Keberadaan relief itu tidak hanya sebagai unsur dekoratif saja yang berfungsi memperindah tampilan Candi Prambanan. Lebih dari itu, relief tersebut juga mencerminkan alam pikiran masyarakat pembuatnya. Cerminan tersebut bisa berupa kondisi alam-lingkungan, potret keseharian, dan nilai-nilai kehidupan, yang kesemuanya itu diabadikan menjadi relief dengan tujuan agar dapat dikomunikasikan kepada generasi-generasi selanjutnya.

Pada dinding dan pagar langkan candi yang ada di kompleks Candi Prambanan, terpahat relief-relief yang menggambarkan kehidupan maupun cerita epik atau kepahlawanan (kebaikan melawan kejahatan) yang sarat  makna dan nilai-nilai luhur. Relief cerita epik yang terkenal adalah Ramayana yang ada di pagar langkan Candi Siwa dan Candi Brahma, serta Kresnayana yang ada di pagar langkan Candi Wisnu.

 

Inspirasi Relief Candi Prambanan

Cerita epik Ramayana yang dipahatkan di Candi Siwa dan Candi Brahma, serta Kresnayana di Candi Wisnu mempunyai nilai tinggi dan dapat menjadi inspirasi kehidupan. Prabu Rama dari Kerajaan Ayodya membasmi angkara murka Dasamuka dari Alengka dan Prabu Kresna dari Dwaraka mengalahkan Kamsa.

Awatara Wisnu Ramayana eksis saat zaman Tetrayuga, yaitu kondisi negara penuh gejolak dan kejahatan merebak. Kresnayana adalah inkarnasi Dewa Wisnu muncul saat kondisi zaman Dwaparayuga, yaitu negara didominasi ujaran kebencian, kebohongan, kelicikan dan banyak orang mengutamakan ritus tanpa substansi humanistik.

Awatara Wisnu di dua pokok cerita epik Ramayana dan Kresnayana didedikasikan untuk memberantas nafsu dunia, angkara murka dan kejahatan. Nafsu tamak dan kejahatan selalu muncul dan menjadi ancaman setiap manusia serta kehidupan. Upaya memberantas kejahatan sebagaimana digambarkan Ramayana dan Kresnayana membutuhkan soliditas, beragam cara, semangat, tanggung jawab dan partisipasi semua pihak.

Pertarungan kebaikan dengan kejahatan selalu ada, namun kebaikan akan dapat mengalahkan kejahatan. Upaya mewujudkan kebaikan tidak pernah hadir begitu saja, tetapi harus melalui proses waktu, tekad bersama, itikad baik, integritas, tidak pantang menyerah dan landasan spiritualitas.

 

 

 

PELAKSANAAN PAMERAN

Tanggal          : 23 November – 3 Desember 2017

Pembukaan Pameran: 23 November 2017, pukul 16.00 WIB

Buka                : Pagi : Pukul 09.00 - 13.00  WIB

                           Sore : Pukul 17.00 – 21.00 WIB

Tempat          : Kompleks Keraton Yogyakarta



Back to top