NAMA
Situs Candi Abang
KETERANGAN

Situs Candi Abang terletak di puncak bukit, di dusun Blambangan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, pada koordinat UTM 49 X : 0441409 dan Y : 9136606. Penamaan Candi Abang oleh masyarakat, karena bahan yang digunakan dari batu bata yang berwarna merah (dalam bahasa Jawa disebut “abang”). Penempatan bangunan candi di atas bukit, ada hubungannya dengan kepercayaan masyarakat pada waktu itu, bahwa tempat yang tinggi dianggap sebagai tempat yang suci (tempat tinggalnya dewa-dewi). Tinggalan purbakala lain di kawasan Situs Candi Abang adalah Gua Sentono dan dan Gua Jepang.

Situs Candi Abang merupakan sebuah bukit yang mempunyai ukuran tinggi 6 m dan diameter 40 m. Keistimewaan dari Candi Abang ini adalah bahan bangunannya terbuat dari batu bata, berbeda dengan candi-candi pada umumnya yang terbuat dari batu andesit. Saat ini hanya tinggal gundukan tanah yang ditumbuhi rumput dan sebagian masih terlihat susunan batu candi yang terbuat dari batu bata.

Data mengenai situs Candi Abang tidak banyak diketahui, namun dari laporan ROD 1915 disebutkan bahwa di Candi Abang pernah ditemukan sebuah lingga dan arca budha. Lingga adalah lambang dewa Siwa, dewa tertinggi dalam agama Hindu. Di situs Candi Abang juga pernah ditemukan sebuah prasasti pendek pada tahun 1932. Menurut Dr. Rita Margaretha, prasasti tersebut berisi tentang pertanggalan dengan angka tahun 794 Saka atau 872 Masehi. Namun pertanggalan tersebut belum dapat dipakai sebagai pertanggalan tahun pendirian Candi Abang. Data arkeologis lain diperoleh dari hasil testpit (ekskavasi), yaitu ditemukannya sisa-sisa struktur bangunan candi yang dibuat dari bahan batu bata. Terungkap juga bahwa Candi Abang terdiri dari satu bangunan, dengan satu halaman yang diperkirakan berukuran panjang 65 meter dan lebar 64 meter. Namun hasil penelitian melalui testpit tersebut belum dapat mengungkap banyak tentang Candi Abang ini, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut.



Copyright © 2018. BPCB D.I.Yogyakarta