Candi Barong


Di Posting Oleh Admin

Candi Barong 

 

Candi Barong merupakan salah satu candi Hindu yang berada di atas bukit Batur Agung yakni sekitar 199, 27 meter di atas permukaan laut. Secara administratif Candi Barong terletak di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, sedangkan secara astronomis berada pada koordinat 7˚46’16” LS dan 110˚29’34” BT.

Keberadaan Candi Barong diketahui berdasarkan catatan Belanda, yang disusun dalam ROD tahun 1915. Dalam catatan Belanda tersebut Candi Barong disebut dengan nama “Candi Sari Sorogedug”. Oleh masyarakat setempat Candi Sari Sorogedug lebih lazim disebut sebagai Candi Barong, karena terkait dengan adanya hiasan kala yang dalam bahasa jawa diidentikan dengan barongan. Penamaan tersebut dalam khasanah arkeologi sudah menjadi kelaziman, karena ada tiga cara dalam penamaan suatu tinggalan budaya material (bangunan). Pertama, berdasarkan legenda yang dikenal masyarakat. Kedua, berdasar penyebutan yang ada di dalam prasasti. Ketiga adalah berdasar lokasi keberadaannya.

Candi Barong dibangun sekitar abad 9–10 Masehi yang kemudian ditemukan kembali pada awal abad 20 dalam kondisi runtuh. Candi Barong didirikan sebagai tempat pemujaan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Dewa Wisnu merupakan salah satu Dewa Trimurti dalam agama Hindu yang berkedudukan sebagai dewa pemelihara dan penyelamat dunia. Salah satu arca Wisnu yang ditemukan di Candi Barong duduk dalam sikap paryankasana dengan sikap tangannya varamudra yaitu sikap tangan memberi anugerah.  Sementara itu Dewi Sri merupakan salah satu çakti dewa Wisnu, dianggap sebagai Dewi Padi dalam kehidupan masyarakat Jawa. Pemujaan terhadap Dewa Wisnu dan Dewi Sri terkait dengan kehidupan masyarakat pada waktu itu yang sebagian besar  menggantungkan hidupnya  pada hasil pertanian. Oleh karena kondisi lingkungan sekitar yang tandus maka pemujaan terhadap Dewa Wisnu dan Dewi Sri dimaksudkan untuk mendatangkan berkah kesuburan sehingga dapat memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

Candi Barong terbagi menjadi tiga halaman yakni halaman I, terdapat dua buah candi sebagai bagian utama. Kemudian halaman II dan III tidak ditemukan bangunan. Hanya di sisi timur terdapat pagar terluar yang pada waktu ditemukan dalam posisi terkubur tanah. Dua buah candi tersebut berukuran 8,18 m x 8, 18 m dengan tinggi 9,05 m, menghadap ke arah barat, berjajar dari arah utara (candi I) – selatan (candi II). Kedua candi ini tidak mempunyai bilik, meskipun bangunan tengah candi berongga namun hanya mempunyai relung dan di ambang atasnya berhias kala pada keempat sisi dindingnya.

Hiasan kala di Candi Barong tidak seperti pada umumnya yang terlihat garang dan menyeramkan, hiasan kala yang terdapat di Candi Barong tampak agak tersenyum.

Upaya pemugaran Candi Barong telah dimulai sejak tahun 1987, diawali dengan memugar candi sisi utara. Kedua candi induk di Candi Barong selesai dipugar pada tahun 1992 yang kemudian dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar. Selama masa pemugaran tersebut telah ditemukan sejumlah temuan arkeologis di antaranya arca Dewa Wisnu sebanyak dua buah, arca Dewi Sri dua buah, dua buah arca belum selesai, serta satu buah Arca Ganesha. Selain itu juga ditemukan kotak–kotak peripih dari bahan batu andesit dan batu putih. Di dalam salah satu peripih tersebut ditemukan lembaran-lembaran tipis perak dan emas. Lembaran emas di atasnya digoreskan tulisan, tetapi sudah tidak dapat dibaca. Selain itu juga ditemukan sejumlah peralatan rumah tangga, seperti mangkuk keramik, guci, mata kapak, serta sendok.

Sewaktu pembongkaran batu–batu candi sisi utara tersebut diketahui jika di bawah bangunan candi terdapat sembilan kotak bujur sangkar yang berbentuk seperti wadah peripih yang terpahatkan langsung pada tanah asli bukit. Stella Kramrisch berpendapat bahwa peripih dengan kesembilan kotak merupakan gambaran vastupurusamandala. Kotak yang terletak di tengah merupakan tempat terpusatnya potensi gaib yang menguasai alam semesta, sedangkan delapan kotak lainnya merupakan penjelmaan dewa mata angin.

Secara arsitektural Candi Barong memiliki keunikan jika dibanding candi–candi lain di kawasan Prambanan. Beberapa keunikan Candi Barong antara lain tata letak Candi Barong yang menunjukkan adanya kontinuitas dengan tradisi masa prasejarah, khususnya masa megalitikum/ periode batu besar. Hal ini ditunjukkan dengan pola pembagian halaman/ teras roboh ke belakang, dimana tiap halaman/ teras berbeda ketinggiannya. Bagian inti terletak pada posisi yang paling tinggi. Dalam sistem penataan Candi Barong juga memiliki perbedaan dengan candi-candi periode Jawa Tengah lainnya yang  bersifat memusat ke tengah seperti Candi Prambanan dan Candi Sewu, namun pada Candi Barong justru penataannya memusat ke belakang. Konstruksi bangunannya didirikan pada sebuah bedrock (batu cadas) sebagai landasannya. Pembangunan Candi Barong dilakukan secara bertahap, titik pusat (brahmasthana) halaman menjadi satu dengan titik pusat bangunan candi.

 

Sumber Referensi:

   

BPCB Yogyakarta. 2013. Mosaik Pusaka Budaya Yogyakarta. Yogyakarta: BPCB Yogyakarta.

 

 

                                  .2013. Selayang Pandang Candi-Candi Di Yogyakarta. Yogyakarta: BPCB Yogyakarta.

 

BP3 Yogyakarta. 2005. Barong: Candi Wisnu Di Bukit Kapur. Yogyakarta: BP3 Yogyakarta.

 

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. 2013. Candi Indonesia Seri Jawa. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

 

Masa Klasik


Arca Agastya
Arca Agastya
Arca Pendeta
Arca Ganesa
Peripih Berbentuk Bola
Arca Durga Mahisasuramardhini
Arca Wajrapani
Arca Dyani Buddha
Arca Dwarapala
Arca Durga
Arca Dewa Brahma
Arca Bodhisattwadewi
Arca Boddhisatwa
Arca Agastya
Arca Mahakala
Arca Ganesa
Lempeng Prasasti Emas Situs Kimpulan
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 18
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 17
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 16
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 15
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 14
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 13
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 12
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 11
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 10
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 9
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 8
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 7
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 6
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 5
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 4
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 3
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 2
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 1
Lempeng Prasasti Emas Potorono
Lempeng Prasasti Emas Ratu Boko
Lempeng Prasasti Emas Candi Barong
Lempengan Prasasti Emas Sumberwatu
Lempeng Prasasti Emas Sambisari
Liontin Berbentuk Tapak Kaki
Cincin Bermata Batu Merah
Anting - anting
Anting-anting
Cincin Stempel
Cincin Stempel II
Cincin
Cincin Bermata Merah
Anting-anting Perunggu Lapis Emas
Anting-anting No. BG 1491
Anting koleksi BPCB DIY No BG 1382 f
Anting koleksi BPCB DIY No BG 1382 e
Anting koleksi BPCB DIY No. BG 1382 d
Anting koleksi BPCB DIY No. BG 1382 c
Arca Dhyani Buddha
Arca Dewi
Arca Dewa Wisnu
Arca Bodhisattwadewi
Arca Siwa dan Parwati
Arca Nandiswara
Arca Nandi
Arca Ganesa
Arca Dhyani Budha Amitabha
Arca Dhyani Buddha Dipankara
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 b
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 a
Anting-anting
Situs Candi Abang
Candi Ijo
Arca Dewa Dewi (Siva Parvati)
Arca Bodhisatwa
Arca Narasimha
Arca Maheswari
Arca Kartikeya
Arca Ganesa
Arca Durga Mahisasuramardhini
Arca Dewa Siwa
Arca Agastya
Arca Agastya
Cincin Stempel
Cincin Stempel
Anting-anting
Sepasang Giwang Permata
Arca Vajrapani
Arca Ratnasambhava
Arca Avalokitesvara
Arca Vinayaka
Arca Vamsa
Arca Vajrakarma
Arca Vajragiti
Arca Vajradhupa
Arca Vajrabhasa
Arca Vairocana
Candi Kimpulan
Candi Kadisoka
Candi Gampingan
Candi Mantup
Candi Morangan
Candi Kedulan
Kompleks Candi Prambanan
Arca Padmapani
Arca Muraja
Arca Jambhala
Arca Jambhala
Arca Cunda
Arca Bodhisattva
Arca Avalokitesvara
Arca Amitabha
Arca Vajrapani
Arca Vajranrtya
Arca Vajraloka
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Siva
Arca Padmapani (Avalokitesvara)
Arca Manjusri
Kepala Avalokitesvara
Arca Ganesa
Arca Bodhisattva
Arca Vajrasphota
Arca Vajraraksa
Arca Vajraraga
Arca Vajrapani
Arca Vajralasi
Arca Vajragantha
Arca Vajrabodhisattva Vajrasattva
Arca Sukarasya
Arca Siva Mahādeva
Arca Siva Mahadeva
Arca Mukunda
Arca Mahavairocana
Arca Locana
Arca Hayasya
Arca Avalokitesvara
Arca Aksobhya
Arca Amoghasiddhi
Arca Amitabha
Candi Sambisari
Candi Gebang
Candi Kalasan
Candi Sari
Candi Barong
Candi Banyunibo
Candi Risan
Situs Plembutan
Situs Candi Palgading
Situs Candi Miri
Kompleks Kraton Ratu Boko
Candi Klodangan

Gallery Photos

Masa Prasejarah Photos, (26)


Masa Klasik Photos, (150)


Masa Islam Photos, (10)


Masa Kolonial Photos, (18)




Back to top