Candi Sari


Di Posting Oleh Admin

Candi Sari 

 

Candi Sari terletak tidak jauh dari Candi Kalasan, sekitar 0,5 Km di sebelah timur lautnya. Secara administratif, Candi Sari berada di Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak astronomis Candi Sari berada pada koordinat UTM x: 442038 dan y: 9142043. Kata “Sari” mempunyai arti cantik atau elok. Dimungkinkan pemilihan kata tersebut, dikaitkan dengan keindahan hiasan serta corak gaya bangunannya.

Menurut beberapa ahli arkeologi, Candi Sari dibangun sezaman dengan Candi Kalasan, yaitu sekitar abad ke-8 M. Pendapat ini didasarkan atas pola hias yang ada, berupa pahatan-pahatan yang sangat halus. Candi Sari merupakan sebuah bangunan wihara atau asrama yang diperuntukkan bagi para pendeta. Sesuai dengan bentuk atapnya yaitu stupa, Candi Sari ini berlatar belakang agama Buddha.

Candi Sari pada saat ditemukan dalam keadaan rusak berat, kemudian pada tahun 1929 dipugar oleh Dinas Purbakala (Oudheidkundige Dienst) dan selesai tahun 1930, tetapi belum sempurna. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya batu candi yang hilang, antara lain: sebagian kaki atau selasar yang mengelilingi bangunan, bilik penampil yang menjorok keluar dari dinding depan, dan beberapa stupa atap serta ukiran maupun hiasan, sebagian terpaksa diganti batu polos.

Candi Sari berdenah empat persegi panjang dengan ukuran 17,30 m x 10 m dan tinggi 17 m. Seperti pada umumnya bangunan candi, secara vertikal Candi Sari dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian kaki, tubuh, dan atap. Bagian kaki hanya tampak sebagian, karena banyak batu yang telah hilang sedangkan bagian tubuh candi mempunyai konstruksi bertingkat dan denahnya persegi panjang. Bentuk denah persegi panjang serta konstruksi bertingkat juga dijumpai di Candi Plaosan. Akan tetapi, bentuk denah dan konstruksi semacam ini bukanlah hal yang asing bagi seniman-seniman dan ahli bangunan pada saat itu, karena bentuk-bentuk semacam itu dapat dijumpai juga pada relief-relief Candi Borobudur.

Candi Sari menghadap ke arah timur, dan mempunyai tangga masuk ke dalam candi di sisi timur. Pintu masuk dihiasi dengan kala dan pada bagian bawah dipahatkan relief orang sedang menunggang gajah. Pada setiap sisi terdapat jendela yang terbagi rata mengitari bagian tingkat bawah dan tingkat atas. Di dalam tubuh candi terdapat tiga bilik (ruangan) yang berjajar dan masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu antara tembok pemisah. Tiap bilik berukuran lebar 3 m x panjang 5,80 m, terbagi atas bilik bawah dan atas dengan plafon dari kayu. Diperkirakan bahwa pembagian atau pemisahan bilik atas dengan bawah dahulu mempergunakan kayu. Hal ini terlihat pada bagian dindingnya masih tampak lubang-lubang untuk meletakkan ujung balok. Bahkan pada dinding bilik selatan ada beberapa batu yang dipahat serong, suatu tanda yang menunjukkan, bahwa pada tempat itulah disandarkan tangga. Pada masing-masing bilik atas mempunyai sungkup sebagai langit-langit dan bidang sisi yang serong ke atas. Demikian juga pada masing-masing bilik atas mempunyai dua buah relung polos di sisi utara dan selatan.

Pada bagian bilik bawah masing-masing mempunyai relung di sisi utara dan selatan yang berhiaskan kalamakara. Di bilik tengah bawah sisi barat terdapat relung yang juga dihiasi kalamakara. Relung-relung yang ada tersebut semua sudah tidak ada arcanya. Kemungkinan arca-arca tersebut adalah Buddha yang diapit oleh dua Bodhisatwa (bandingkan dengan Candi Plaosan). Pembagian tiga ruangan dapat diketahui dari tiang-tiang rata pada tingkat bawah, relung-relung yang berhias pada bagian tingkat atas, dan tiga relung besar pada tingkat atap. Hal ini diyakinkan pula dengan adanya tiga baris jajaran tiga stupa di bagian atap. Pada bagian atap membentuk sungkup jajar tiga yang masing-masing melengkapi sebuah dari ketiga bilik. Di bawah relung terdapat jaladwara (pancuran) yang berfungsi sebagai saluran air. Di sepanjang bingkai, pelipit atas, dan jendela tengah atas, terdapat simbar-simbar berbentuk segitiga berjumlah 70 buah menghiasi keempat balok.

Pada bagian luar tubuh candi terpahat arca-arca yang diletakkan berjajar menjadi dua baris di antara dua jendela. Arca itu merupakan arca Bodhisatwa berjumlah 38 buah (8 di sisi timur, 8 di sisi utara, 8 di sisi selatan, dan 14 di sisi barat). Pada umumnya arca memegang teratai merah dan biru, serta semua arca digambarkan dalam sikap lemah gemulai (bersikap tribhangga). Di sebelah kanan-kiri jendela ada pahatan kinara-kinari (makhluk kayangan yang berwujud setengah manusia dan setengah burung). Seperti halnya Candi Kalasan, Candi Sari juga dilapisi dengan bajralepa, yaitu semacam lepa yang dipakai untuk melapisi bagian luar dinding candi, dengan maksud untuk memperhalus permukaan dinding dan mengawetkan batunya supaya tidak cepat aus. Pada saat ini lapisan bajralepa sudah banyak yang mengelupas.

 

Sumber Referensi:

 

BPCB Yogyakarta. 2013. Mosaik Pusaka Budaya Yogyakarta. Yogyakarta: BPCB Yogyakarta.

 

                                  .2013. Selayang Pandang Candi-Candi Di Yogyakarta. Yogyakarta. BPCB Yogyakarta.

 

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. 2013. Candi Indonesia Seri Jawa. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masa Klasik


Arca Dhyani Buddha
Arca Dewi
Arca Dewa Wisnu
Arca Bodhisattwadewi
Arca Siwa dan Parwati
Arca Nandiswara
Arca Nandi
Arca Ganesa
Arca Dhyani Budha Amitabha
Arca Dhyani Buddha Dipankara
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 b
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 a
Anting-anting
Situs Candi Abang
Candi Ijo
Arca Dewa Dewi (Siva Parvati)
Arca Bodhisatwa
Arca Narasimha
Arca Maheswari
Arca Kartikeya
Arca Ganesa
Arca Durga Mahisasuramardhini
Arca Dewa Siwa
Arca Agastya
Arca Agastya
Cincin Stempel
Cincin Stempel
Anting-anting
Sepasang Giwang Permata
Arca Vajrapani
Arca Ratnasambhava
Arca Avalokitesvara
Arca Vinayaka
Arca Vamsa
Arca Vajrakarma
Arca Vajragiti
Arca Vajradhupa
Arca Vajrabhasa
Arca Vairocana
Candi Kimpulan
Candi Kadisoka
Candi Gampingan
Candi Mantup
Candi Morangan
Candi Kedulan
Kompleks Candi Prambanan
Arca Padmapani
Arca Muraja
Arca Jambhala
Arca Jambhala
Arca Cunda
Arca Bodhisattva
Arca Avalokitesvara
Arca Amitabha
Arca Vajrapani
Arca Vajranrtya
Arca Vajraloka
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Siva
Arca Padmapani (Avalokitesvara)
Arca Manjusri
Kepala Avalokitesvara
Arca Ganesa
Arca Bodhisattva
Arca Vajrasphota
Arca Vajraraksa
Arca Vajraraga
Arca Vajrapani
Arca Vajralasi
Arca Vajragantha
Arca Vajrabodhisattva Vajrasattva
Arca Sukarasya
Arca Siva Mahādeva
Arca Siva Mahadeva
Arca Mukunda
Arca Mahavairocana
Arca Locana
Arca Hayasya
Arca Avalokitesvara
Arca Aksobhya
Arca Amoghasiddhi
Arca Amitabha
Candi Sambisari
Candi Gebang
Candi Kalasan
Candi Sari
Candi Barong
Candi Banyunibo
Candi Risan
Situs Plembutan
Situs Candi Palgading
Situs Candi Miri
Kompleks Kraton Ratu Boko
Candi Klodangan

Gallery Photos

Masa Prasejarah Photos, (14)


Masa Klasik Photos, (96)


Masa Islam Photos, (10)


Masa Kolonial Photos, (18)




Back to top