Candi Kalasan


Di Posting Oleh Admin

Candi Kalasan  

 

Candi Kalasan terletak di Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya di sebelah selatan jalan raya Yogyakarta-Solo, kira-kira 14 Km dari Yogyakarta. Candi Kalasan berada di lingkungan pemukiman yang cukup padat. Secara astronomis Candi Kalasan terletak pada koordinat UTM 49  x: 441843 dan y: 9141384.

Menurut bukti tertulis berupa prasasti yang ditemukan tidak jauh dari lokasi candi, disebutkan tentang para guru yang berhasil membujuk Maharaja Tejahpurana untuk membangun bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah biara bagi para pendeta dalam kerajaannya. Maharaja Tejahpurana Panangkaran kemudian menghadiahkan Desa Kalasan kepada para sangha. Prasasti yang berangka tahun 700 Saka (778 M), dan menggunakan huruf Pranagari serta berbahasa Sanskerta ini diperkirakan berkaitan erat dengan pendirian Candi Kalasan. Apabila tahun pendirian candi tersebut dikaitkan dengan prasasati tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Candi Kalasan dibangun sekitar tahun 778 M. Penemuan prasasti ini juga merupakan keistimewaan dari Candi Kalasan karena prasasti yang ditemukan mempunyai kaitan langsung dengan bangunan candinya.

Candi Kalasan dibangun di atas tanah yang kondisinya lebih rendah daripada tanah sekitarnya. Dilihat dari ragam hias dan arsitekturnya, Candi Kalasan merupakan candi yang sangat indah. Kala yang berukiran indah dan kondisinya masih utuh menghiasi pintu masuk candi. Keistimewaan Candi Kalasan adalah dinding candi dilapisi bajralepa yang menjadikan bangunan candi sangat indah dengan warnanya yang kuning keemasan. Oleh karena keindahannya inilah kondisi Candi Kalasan tampak bersinar jika bulan purnama. Bahkan Bernett Kempers (arkeolog Belanda) menamakan Kalasan sebagai “permata dari Jawa”.

Pemugaran Candi Kalasan telah dilakukan pada tahun 1927 sampai dengan 1929 oleh seorang Belanda bernama van Romondt. Dari hasil pemugaran tersebut dapat diketahui tinggi keseluruhan Candi Kalasan, yaitu 34 m, panjang 45 m, dan lebar 45 m. Bangunan Candi Kalasan berbentuk bujur sangkar dengan sudut yang menjorok keluar, dan menghadap ke arah timur. Tubuh candi mempunyai empat penampil yang kondisinya tidak utuh lagi. Kaki candi berdiri di atas soubasement (alas) yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45 m x 45 m. Pada keempat dinding soubasement terdapat tangga yang menuju lantai-lantai soubasement. Keistimewaan lain yang dimiliki Candi Kalasan adalah adanya sebuah papan batu langka yang bentuknya hampir setengah lingkaran (batu bulan/moon stone) yang berada tepat di depan tangga masuk sisi timur. Pada pipi tangga bagian ujung lengan terdapat makara dengan seekor singa dalam posisi duduk, berada di dalam mulutnya. Di bagian belalai makara terdapat gambar bunga dan untaian permata yang menggantung, telinganya seperti telinga seekor sapi dan berkumis seperti daun tumbuh-tumbuhan. Jenggernya terdiri atas timbunan kuncup-kuncup, daun-daunan, dan tumbuh-tumbuhan. Selain itu, di sekeliling kaki candi diberi hiasan sulur-suluran yang keluar dari sebuah jambangan atau pot.

Tubuh candi mempunyai beberapa penampil yang lebar dan menjorok keluar. Pada masing-masing penampil terdapat sebuah bilik. Bilik yang di sebelah timur dijadikan pintu gerbang candi, namun demikian bilik ini tidak utuh, yang utuh yaitu bilik sebelah utara dan selatan. Penampil pada bilik sisi timur bagian dalam mempunyai tiga buah relung, baik di sisi utara maupun Selatan. Akan tetapi, relung ini dalam keadaan kosong. Begitu pula dengan penampil-penampil di bagian utara, selatan, dan barat.

Candi ini mempunyai bilik tengah yang di dalamnya terdapat singghasana terbuat dari batu yang mempunyai lapik dan sebuah sandaran yang di kanan-kirinya diapit oleh hiasan singha berdiri di atas gajah. Di bagian luar tubuh candi terdapat relung di kanan dan kiri pintu masuk, namun dalam keadaan kosong. Di kanan kiri relung terdapat hiasan dewa yang digambarkan dalam posisi berdiri dan memegang bunga teratai. Pada setiap pintu masuk yang masih utuh, baik utara maupun selatan, terdapat hiasan berupa kepala kala yang istimewa, yaitu pada bagian jengger terdapat kuncup-kuncup bunga, daun-daunan, dan sulur-suluran. Pada rahang bagian atas terdapat hiasan singa di kanan kirinya, bagian atas dihiasi pohon dewata yang ada di kayangan, dan dipahatkan pula lukisan awan beserta penghuni kayangan memainkan bunyi-bunyian, di antaranya gendang dan rebab, serta lukisan kerang dan camara (alat penghalau lalat). Begitu pula dengan relung-relung yang lain juga dijumpai rangkaian kala dan makara. Pada bagian tubuh candi bagian atas terdapat sebuah bangunan yang berbentuk kubus yang dianggap sebagai puncak Gunung Meru dan di sekitarnya terdapat stupa-stupa yang menggambarkan puncak suatu pegunungan.

Di antara atap dan tubuh candi terdapat hiasan berupa gana (semacam makhluk kayangan kerdil). Atap candi berbentuk segi delapan dan bertingkat dua. Pada masing-masing sisi tingkat pertama terdapat arca Buddha yang melukiskan para manusia Buddha, sedangkan pada tingkat kedua dilukiskan Dhyani Buddha. Bagian puncak kemungkinan berupa stupa, tetapi tidak berhasil direkonstruksi kembali, karena banyak batu asli yang hilang.

Di sekeliling Candi Kalasan terdapat bangunan berupa stupa dengan rata-rata tinggi 4,60 m jumlahnya 52 buah. Stupa-stupa ini tidak ada yang dapat dipugar kembali, karena banyak batu asli yang hilang. Pada stupa ini ditemukan 81 buah peti batu, kadang-kadang di dalamnya terdapat periuk terbuat dari perunggu atau tanah liat yang berisi abu dan benda-benda lain, berupa cermin, pakaian pendeta, manik-manik, lempengan emas bertulis, jarum, rantai, dan pisau. Cermin dan pisau merupakan lambang dari hakekat utama atau kekekalan yang dihubungkan dengan mereka yang telah meninggal.

 

Sumber Referensi:

 

BPCB Yogyakarta. 2013. Mosaik Pusaka Budaya Yogyakarta. Yogyakarta: BPCB Yogyakarta.

 

                                  .2013. Selayang Pandang Candi-Candi Di Yogyakarta. Yogyakarta. BPCB Yogyakarta.

 

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. 2013. Candi Indonesia Seri Jawa. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Masa Klasik


Arca Agastya
Arca Agastya
Arca Pendeta
Arca Ganesa
Peripih Berbentuk Bola
Arca Durga Mahisasuramardhini
Arca Wajrapani
Arca Dyani Buddha
Arca Dwarapala
Arca Durga
Arca Dewa Brahma
Arca Bodhisattwadewi
Arca Boddhisatwa
Arca Agastya
Arca Mahakala
Arca Ganesa
Lempeng Prasasti Emas Situs Kimpulan
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 18
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 17
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 16
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 15
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 14
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 13
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 12
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 11
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 10
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 9
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 8
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 7
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 6
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 5
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 4
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 3
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 2
Lempeng Prasasti Emas Candi Garuda Prambanan 1
Lempeng Prasasti Emas Potorono
Lempeng Prasasti Emas Ratu Boko
Lempeng Prasasti Emas Candi Barong
Lempengan Prasasti Emas Sumberwatu
Lempeng Prasasti Emas Sambisari
Liontin Berbentuk Tapak Kaki
Cincin Bermata Batu Merah
Anting - anting
Anting-anting
Cincin Stempel
Cincin Stempel II
Cincin
Cincin Bermata Merah
Anting-anting Perunggu Lapis Emas
Anting-anting No. BG 1491
Anting koleksi BPCB DIY No BG 1382 f
Anting koleksi BPCB DIY No BG 1382 e
Anting koleksi BPCB DIY No. BG 1382 d
Anting koleksi BPCB DIY No. BG 1382 c
Arca Dhyani Buddha
Arca Dewi
Arca Dewa Wisnu
Arca Bodhisattwadewi
Arca Siwa dan Parwati
Arca Nandiswara
Arca Nandi
Arca Ganesa
Arca Dhyani Budha Amitabha
Arca Dhyani Buddha Dipankara
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 b
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 a
Anting-anting
Situs Candi Abang
Candi Ijo
Arca Dewa Dewi (Siva Parvati)
Arca Bodhisatwa
Arca Narasimha
Arca Maheswari
Arca Kartikeya
Arca Ganesa
Arca Durga Mahisasuramardhini
Arca Dewa Siwa
Arca Agastya
Arca Agastya
Cincin Stempel
Cincin Stempel
Anting-anting
Sepasang Giwang Permata
Arca Vajrapani
Arca Ratnasambhava
Arca Avalokitesvara
Arca Vinayaka
Arca Vamsa
Arca Vajrakarma
Arca Vajragiti
Arca Vajradhupa
Arca Vajrabhasa
Arca Vairocana
Candi Kimpulan
Candi Kadisoka
Candi Gampingan
Candi Mantup
Candi Morangan
Candi Kedulan
Kompleks Candi Prambanan
Arca Padmapani
Arca Muraja
Arca Jambhala
Arca Jambhala
Arca Cunda
Arca Bodhisattva
Arca Avalokitesvara
Arca Amitabha
Arca Vajrapani
Arca Vajranrtya
Arca Vajraloka
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Siva
Arca Padmapani (Avalokitesvara)
Arca Manjusri
Kepala Avalokitesvara
Arca Ganesa
Arca Bodhisattva
Arca Vajrasphota
Arca Vajraraksa
Arca Vajraraga
Arca Vajrapani
Arca Vajralasi
Arca Vajragantha
Arca Vajrabodhisattva Vajrasattva
Arca Sukarasya
Arca Siva Mahādeva
Arca Siva Mahadeva
Arca Mukunda
Arca Mahavairocana
Arca Locana
Arca Hayasya
Arca Avalokitesvara
Arca Aksobhya
Arca Amoghasiddhi
Arca Amitabha
Candi Sambisari
Candi Gebang
Candi Kalasan
Candi Sari
Candi Barong
Candi Banyunibo
Candi Risan
Situs Plembutan
Situs Candi Palgading
Situs Candi Miri
Kompleks Kraton Ratu Boko
Candi Klodangan

Gallery Photos

Masa Prasejarah Photos, (26)


Masa Klasik Photos, (150)


Masa Islam Photos, (10)


Masa Kolonial Photos, (18)




Back to top