Candi Ijo


Di Posting Oleh Admin

Candi Ijo secara administratif berada di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak astronomis candi ini adalah 07º 47’ 01,9” LS, 110º 30’ 43,1” BT dan berada pada 357.402 m dari permukaan air laut.  Candi Ijo merupakan kompleks percandian yang berada di atas perbukitan. Situs candi ini berupa lahan berteras-teras yang dikelilingi tebing. Lahan yang menjadi dasar atau keletakan bangunan terdiri atas tanah dan cadas. Tanah tersebut sangat labil, bila musim penghujan sangat becek dan bila musim kemarau tanahnya menjadi bercelah-celah atau pecah.

Kompleks Candi Ijo terdiri atas 17 struktur bangunan pada 11 teras dengan teras paling atas merupakan kedudukan candi induk. Candi induk mempunyai ukuran 1.843 x 1.845 cm, dan tinggi 1.600 cm. Di dalam candi induk terdapat sebuah bilik dengan Lingga-Yoni di dalamnya yang melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati. Pada dinding luarnya terdapat relung-relung untuk menempatkan arca Agastya, Ganesa, dan Durga.  Di depan candi induk terdapat tiga buah candi perwara. Ketiga candi perwara ini menghadap ke timur. Candi perwara selatan mempunyai ukuran denah 519 x 517 cm, dengan tinggi 662 cm. Di dalam bilik candi perwara selatan tidak ditemukan apa-apa. Candi perwara tengah mempunyai ukuran denah 630 x 515 cm tinggi 650 cm. Di dalam bilik candi perwara tengah ditemukan nandi dan meja batu (padmasana). Candi perwara utara mempunyai ukuran denah 511 x 511 cm tinggi 630 cm. Pada bilik candi ini tidak ditemukan apa-apa.  Keempat candi tersebut berada pada satu halaman. Di halaman ini juga ditemukan delapan buah Lingga patok yang berada pada masing-masing arah mata angin. Struktur bangunan lain yang berada di kompleks percandian Ijo, antara lain terdapat pada teras kesembilan, berupa sisa-sisa batur bangunan yang menghadap ke timur. Di teras kedelapan terdapat tiga buah candi dan empat buah batur bangunan serta ditemukan dua buah prasasti batu.

Pada salah satu prasasti yang ditemukan di atas dinding pintu masuk candi (candi F) terdapat tulisan Guywan, oleh Soekarto dibaca Bhuyutan yang berarti pertapaan. Prasasti batu yang lain berisi 16 buah kalimat yang berupa mantra kutukan yang diulang-ulang berbunyi Om sarwwawinasa, sarwwawinasa. Prasasti-prasasti tersebut tidak berangka tahun, tetapi dari sudut pandang paleografis, diperkirakan dari abad VIII-IX M.  Pada teras kelima terdapat satu buah candi dan dua buah batur, sedangkan pada teras keempat dan teras pertama, masing-masing terdapat satu buah candi. Pada teras kedua, ketiga, keenam, ketujuh, dan kesepuluh tidak ditemukan satu pun bangunan. Berdasarkan temuan arca-arca di Candi Ijo, dapat diketahui bahwa candi ini merupakan candi yang berlatar belakang agama Hindu. Agama ini berkembang di Indonesia pada abad IX M. Dari data epigrafi, Candi Ijo diperkirakan dibangun antara tahun 850-900 M. Dengan sendirinya Candi Ijo mempunyai hubungan dengan raja-raja yang berkuasa pada tahun tersebut. Berdasarkan pada perkiraan ini, maka raja yang berkuasa antara tahun 850-900 M adalah Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi (prasasti dari Raja Balitung).

Candi Ijo merupakan bangunan pemujaan peninggalan dari masa klasik Jawa Tengah atau zaman Hindu-Buddha. Candi ini pertama kali ditemukan oleh H.E. Dorrepaal pada tahun 1886. setelah H.E. Dorrepaal, orang asing berikutnya yang datang adalah C.A. Rosemeir yang menemukan tiga buah arca batu serta Lingga-Yoni di bilik candi induk. Ketiga arca batu tersebut adalah Ganesa, Siwa, dan sebuah arca tanpa kepala bertangan empat yang satu di antaranya membawa cakra.  Tokoh berikutnya adalah H.L. Heidjie Melville yang telah berhasil membuat gambar tata letak bangunan Candi Ijo. Pada penggalian yang dilakukan di sumuran candi induk, ditemukan lembaran emas bertulis, cincin emas, batu merjan, dan sejenis biji-bijian. Setelah dibaca oleh Y.G. de Casparis, tulisan dalam lembaran emas tersebut terbaca “Pandu rangga Bhasmaja”. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Dinas Purbakala mulai tahun 1958 sampai dengan berhasilnya pemugaran candi induk pada tahun 1997. Dari tahun 1998 penelitian dialihkan pada tiga buah candi perwara yang juga sudah berhasil dipugar pada tahun 2004.

Masa Klasik


Arca Dhyani Buddha
Arca Dewi
Arca Dewa Wisnu
Arca Bodhisattwadewi
Arca Siwa dan Parwati
Arca Nandiswara
Arca Nandi
Arca Ganesa
Arca Dhyani Budha Amitabha
Arca Dhyani Buddha Dipankara
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 b
Anting koleksi BPCB DIY BG. 1382 a
Anting-anting
Situs Candi Abang
Candi Ijo
Arca Dewa Dewi (Siva Parvati)
Arca Bodhisatwa
Arca Narasimha
Arca Maheswari
Arca Kartikeya
Arca Ganesa
Arca Durga Mahisasuramardhini
Arca Dewa Siwa
Arca Agastya
Arca Agastya
Cincin Stempel
Cincin Stempel
Anting-anting
Sepasang Giwang Permata
Arca Vajrapani
Arca Ratnasambhava
Arca Avalokitesvara
Arca Vinayaka
Arca Vamsa
Arca Vajrakarma
Arca Vajragiti
Arca Vajradhupa
Arca Vajrabhasa
Arca Vairocana
Candi Kimpulan
Candi Kadisoka
Candi Gampingan
Candi Mantup
Candi Morangan
Candi Kedulan
Kompleks Candi Prambanan
Arca Padmapani
Arca Muraja
Arca Jambhala
Arca Jambhala
Arca Cunda
Arca Bodhisattva
Arca Avalokitesvara
Arca Amitabha
Arca Vajrapani
Arca Vajranrtya
Arca Vajraloka
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Vairocana
Arca Siva
Arca Padmapani (Avalokitesvara)
Arca Manjusri
Kepala Avalokitesvara
Arca Ganesa
Arca Bodhisattva
Arca Vajrasphota
Arca Vajraraksa
Arca Vajraraga
Arca Vajrapani
Arca Vajralasi
Arca Vajragantha
Arca Vajrabodhisattva Vajrasattva
Arca Sukarasya
Arca Siva Mahādeva
Arca Siva Mahadeva
Arca Mukunda
Arca Mahavairocana
Arca Locana
Arca Hayasya
Arca Avalokitesvara
Arca Aksobhya
Arca Amoghasiddhi
Arca Amitabha
Candi Sambisari
Candi Gebang
Candi Kalasan
Candi Sari
Candi Barong
Candi Banyunibo
Candi Risan
Situs Plembutan
Situs Candi Palgading
Situs Candi Miri
Kompleks Kraton Ratu Boko
Candi Klodangan

Gallery Photos

Masa Prasejarah Photos, (14)


Masa Klasik Photos, (96)


Masa Islam Photos, (10)


Masa Kolonial Photos, (18)




Back to top