Kawasan Pecinan Ketandan


Di Posting Oleh Admin

    Kata “pecinan” berkaitan erat dengan tempat tinggal orang-orang Cina. Di Kota Yogyakarta, orang-orang Cina berpusat di wilayah antara Kepatihan – Pasar Beringharja, dan Benteng Vredeburg, tepatnya di Ketandan, sepanjang Jalan Malioboro, Beskalan, dan Pajeksan.  Keberadaan pecinan mempunyai karakteristik atau keunikan secara fisik berupa arsitektur rumah tinggal, berbagai ragam hias, tata ruang bangunan, dan fasilitas peribadatannya.

      Keberadaan pecinan yang memiliki keunikan yaitu Ketandan. Nama Ketandan berasal dari kata ka-tanda-an, yang berarti tempat seorang tanda (seorang penarik pajak). Kampung Ketandan secara administratif berada di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kodya Yogyakarta. Rumah-rumah Cina di Ketandan (sebelah utara Pasar Beringharjo) – serta di daerah sekitar Malioboro dibangun pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

       Rumah-rumah Cina di Ketandan bercorak arsitektur campuran, yaitu Cina, Indis, dan tradisional Jawa. Corak arsitektur Cina dapat dilihat dari model bubungannya yang termasuk dalam kategori Ngan San yang dipadukan dengan model atap pelana (Jawa), ragam hias (stilisasi bunga, binatang, dan huruf-huruf Cina), serta tempat persembahan kepada leluhur. Pengaruh indis dapat dilihat dari bangunan dan langit-langit tinggi, dinding tebal dengan pilar-pilar penyangga. Rumah-rumah tersebut dibangun menghadap ke jalan, hal tersebut berkaitan dengan peruntukkannya sebagai bangunan untuk aktivitas perdagangan.

     Tipe rumah-rumah Cina dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu bertingkat dan tidak bertingkat. Rumah bertingkat terbagi menjadi dua jenis yaitu rumah yang lantai atasnya berteras dan tidak berteras. Rumah bertingkat ada terasnya mempunyai dinding yang menghadap ke jalan pintu utamanya diapit oleh dua buah jendela. Rumah yang tanpa teras dinding bagian depan hanya dilengkapi dengan dua buah jendela saja tanpa dilengkapi dengan pintu utama.

     Pembagian tata ruang rumah Cina Ketandan berkorelasi langsung dengan aktivitas perdagangan. Dengan demikian, ruang depan untuk dagang, ruang tengah sebagai kamar tidur, belakang untuk dapur / kamar mandi, dan lantai atas untuk kamar bahkan juga untuk gudang menyimpan barang (storage). 

Masa Kolonial


Ngejaman Keben
Hotel Tugu
Bank BNI 1946 (Nillmij)
Kantor Pos Besar Yogyakarta
Tugu Ngejaman
Kawasan Pecinan Ketandan
Menara Sirine (Gaok Pasar Gedhe Beringharja)
Bangunan Pertokoan Tempat Usaha di Malioboro
Saluran Air
Dam Makam Bulan
Bioskop Indra
Pasar Beringharjo
Apotek Kimia Farma II
Apotek Kimia Farma I
Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY
RS. PANTI RAPIH
GEDUNG DPRD DIY
PASAR BERINGHARJO
MUSEUM BIOLOGI
POLTABESYOGYAKARTA
Hotel Inna Garuda
Gedung SMA Bopkri 1 Yogyakarta
MAKOREM 072 PAMUNGKAS
Benteng Vredeburg
Gereja Santo Antonius Kotabaru
Gedung SMPN 6 Yogyakarta
Gedung SMUN 3 Yogyakarta
Gereja Santo Yusup Bintaran
Gedung Bank Indonesia Yogyakarta
Kompleks Gedung Agung
Gedung BNI 1946
Kantor Pos Besar Yogyakarta
Gereja Hati Kudus Yesus Pugeran, Yogyakarta

Gallery Photos

Masa Prasejarah Photos, (55)


Masa Klasik Photos, (151)


Masa Islam Photos, (11)


Masa Kolonial Photos, (33)




Back to top