Video (Detail)


12 March 2015 Di Posting Oleh Admin

Candi Sambisari: Belajar Dari Fenomena Alam dan Budaya Kita. Part 1


Candi Sambisari : Belajar Dari Fenomena Alam dan Budaya Kita

Candi merupakan salah satu wujud warisan budaya peninggalan nenek moyang yang tak ternilai harganya. Saat ini kita masih bisa menikmati keindahan berbagai candi karena buah hasil kerja keras dari berbagai pihak dalam menyelamatkan warisan budaya tersebut. Candi Sambisari adalah salah satu tinggalan budaya leluhur yang berhasil diselamatkan, sehingga kondisinya masih tetap lestari sampai sekarang. Pada saat ditemukan pertama kali Candi Sambisari terkubur dalam tanah dan kondisinya dalam keadaan runtuh. Candi Sambisari ditemukan tidak sengaja oleh seorang petani yang bernama Aryo Wiyono saat mengolah lahan milik Karyo Inangun. Ketika itu cangkulnya membentur sebuah batu berukir, dan setelah diamati ternyata merupakan struktur batu candi. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim Fakultas Geologi UGM diketahui bahwa terkuburnya Candi Sambisari di dalam tanah akibat adanya letusan Gunung Merapi yang terjadi secara bertahap selama beberapa abad silam.

Segala upaya dikerahkan guna menyelamatkan Candi Sambisari yang masih terpendam dalam tanah, antara lain dengan melakukan ekskavasi dan pemugaran. Dengan dilakukannya ekskavasi dan pemugaran, sejarah Candi Sambisari dapat diketahui dengan melihat arsitektur dan batu isian yang digunakan. Berbagai temuan lepas seperti arca, keramik asing, kereweng, benda-benda dari perunggu serta lempengan emas bertulisan yang diperoleh dari hasil ekskavasi juga semakin menambah informasi mengenai Candi yang terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah tersebut. Salah satunya yakni prasasti berupa lempengan emas yang berbunyi Om Siwa Sthana yang berarti Hormat, pembuatan tempat (rumah) bagi Dewa Siwa. 

Satu hal yang patut kita renungkan, bahwa penyelamatan Candi Sambisari tidaklah mudah karena membutuhkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Selain itu waktu yang diperlukan untuk merampungkan pemugaran candi Sambisari juga lama yaitu 20 tahun, terhitung sejak tahun 1966 sampai dengan 1987. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita semua wajib merawat dan menjaga warisan budaya leluhur tersebut, mengingat keberadaanya yang tetap lestari sampai sekarang diperoleh dengan kerja keras dan semangat yang tinggi.




Back to top